Pagi, di stasiun, pengumuman masuk bahwa kereta terganggu. Orang di samping mengeluarkan helaan napas, sementara aku sudah memikirkan rute alternatif. Saat pertemuan sore tiba-tiba batal, aku langsung membayangkan apa yang bisa dilakukan di waktu itu.
Bukan berarti pandai. Hanya saja, jadwal yang berantakan tidak membuat aku murung berkali-kali. Itulah saja.

