Pulang kerja, kunci ditaruh di meja. Jaket di sandaran kursi. Surat di ujung konter. Hanya tiga gerakan sederhana, tapi seminggu kemudian meja sudah seperti gunung kecil. Kalau menyempatkan waktu untuk membereskan, gunung itu hilang. Tapi di sisi lain, gunung baru mulai terbentuk lagi. Padahal aku tidak berniat membuatnya berantakan. Hanya saja aku menangkap setiap benda yang tidak tahu harus diletakkan di mana dengan kata "baiklah dulu di sini saja". Ketika menyadari hal itu, aku baru tahu bahwa rumahku bukan tidak pandai membereskan, melainkan tidak memiliki tempat yang tepat untuk setiap benda.

