Ingin rak baru, akhir pekan kunjungi beberapa toko. Ukuran serupa, warna serupa, harga serupa, banyak pilihan. Tapi semuanya terasa sama saja. Pulang kosong tangan akhirnya. Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba: "Kalau aku buat sendiri?" Dari pikiran itu, hubungan dengan ruangan mulai berubah pelan.
"Pas Sekali" Tidak Ada di Mana-Mana
Saat bayangkan sesuatu mau diletakkan di ruangan, di kepala selalu ada ukuran dan tekstur yang spesifik. Lebar jendela berapa sentimeter, tinggi rak berapa, kayu yang terlihat serat-seratnya, sudut sedikit membulat. Makin detail dipikirkan, barang di toko jadi "dekat tapi beda". Beli dengan kompromi, lalu setahun dua tahun ganti lagi. Putar ulang itu yang mulai lelah.

